Pesta Sepak Bola Dunia” mengenai atmosfer jelang laga Iran vs Mesir
mengenai atmosfer jelang laga Iran vs Mesir
Program ini diawali dengan laporan insiden di Meksiko, di mana sebuah mobil menabrak kerumunan suporter yang sedang merayakan kemenangan timnas Meksiko di Cabo San Lucas, Baja California. Meskipun tidak ada korban jiwa, setidaknya 17 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Selanjutnya, liputan beralih ke Jepang, menyoroti euforia para suporter “Ultras Nippon” di Shibuya Crossing setelah timnas Jepang berhasil lolos ke babak 32 besar usai bermain imbang 1-1 melawan Swedia. Kepolisian setempat dikerahkan untuk menjaga ketertiban di area tersebut.
Demam sepak bola dunia juga merambah ke dunia kuliner di Amerika Serikat. Sebuah toko donat ikonik di Los Angeles menghadirkan varian donat khusus bertemakan bendera negara peserta atau simbol sepak bola, yang mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Di sisi lain, aksi unik dilakukan oleh Greg Ferguson, seorang pecinta sepak bola asal Skotlandia yang berjalan kaki sejauh lebih dari 5.000 km melintasi Amerika Serikat dari Los Angeles ke Boston untuk mendukung timnasnya sekaligus menggalang dana bagi kesehatan mental pria. Ia menyelesaikan perjalanan tersebut dalam 104 hari dengan mengenakan pakaian tradisional “kilt”.
Dalam sesi interaksi, pemirsa di rumah diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam tebak skor pertandingan. Salah satu penelepon, Joana dari Belitung, membagikan prediksinya untuk laga Prancis melawan Norwegia, dengan menebak kemenangan 2-1 bagi Prancis dengan Mbappe sebagai pencetak gol.
Laporan utama kemudian fokus pada atmosfer jelang laga hidup dan mati di Grup G antara Iran dan Mesir yang akan berlangsung di Seattle. Saat ini, Mesir memimpin grup dengan 4 poin, sementara Iran memiliki 2 poin. Iran diwajibkan menang untuk melaju ke babak berikutnya, sementara hasil imbang sudah cukup bagi Mesir. Pertandingan ini juga diwarnai dengan tantangan non-teknis, termasuk isu geopolitik yang membuat timnas Iran harus bolak-balik ke basecamp mereka di Tijuana, Meksiko, serta perbedaan budaya terkait kampanye Pride yang akan disuarakan di stadion. Terlepas dari segala dinamika tersebut, pelatih Iran, Amir Galenoi, tetap optimis akan semangat timnya dalam menghadapi penyerang andalan Mesir, Mohamed Salah, untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar.

