Dunia

Wah Iran Kembali Rudal Pangakalan Militer Amerik Serikat, Kapal Singapura Malah Jadi Target

Amerik Serikat, Kapal Singapura Malah Jadi Target

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan di kawasan Selat Hormuz. Eskalasi ini terjadi hanya beberapa hari setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis rekaman yang diklaim menunjukkan serangan udara Amerika terhadap sejumlah lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar pantai di Iran. Hal ini dilakukan setelah kapal dagang berbendera Singapura, MV Ever Lovely, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone di perairan dekat Oman. Menurut CENTCOM, kapal tersebut mengalami kerusakan ringan, dan Amerika Serikat menegaskan bahwa serangan yang dilakukan Iran ini melanggar gencatan senjata serta mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Iran telah berulang kali memperingatkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz dan menegaskan bahwa hanya kapal yang mendapat izin Teheran yang dapat melewati jalur tersebut. IRGC bahkan menyatakan Selat Hormuz ditutup dan memperingatkan adanya konsekuensi bagi kapal yang tetap melintas. Sementara itu, Iran mengklaim telah berhasil menggagalkan serangan Amerika dan memberikan respons keras terhadap aksi lanjutan dari Washington. Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merespons serangan Amerika dengan meluncurkan rudal yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. Penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezai, mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap pelanggaran perjanjian akan dibalas dengan cepat dan menghancurkan.

Pengamat hubungan internasional dari President University, Teuku Rezasyah, menyebut bahwa saling serang ini mencederai perjanjian yang ditandatangani pada 17 Juni lalu. Menurutnya, terdapat ketidakseimbangan informasi terkait peristiwa ini. Sementara pihak Amerika melaporkan serangan Iran terhadap kapal Singapura, pihak lain melihat ini sebagai respons Iran atas serangan Amerika terhadap pelabuhan di wilayah selatan. Situasi ini diperumit dengan posisi kapal Singapura yang berada di tengah krisis antara kepentingan Amerika dan Iran. Insiden ini juga memicu kenaikan harga minyak global dan membuat item-item kesepakatan damai 14 poin yang sebelumnya disepakati menjadi semakin sulit untuk dijalankan.

Kesepakatan damai yang sebelumnya dicapai mencakup penghentian seluruh operasi militer oleh Amerika dan Iran, termasuk di Lebanon. Amerika setuju mencabut blokade dan menarik pasukan dari sekitar Iran dalam 30 hari. Iran dijanjikan dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dolar AS, serta pencairan aset Iran yang dibekukan. Namun, muncul perdebatan mengenai penggunaan aset tersebut, di mana Amerika menyatakan bahwa aset yang dicairkan akan dikendalikan oleh mereka dan harus digunakan untuk membeli produk Amerika, seperti hasil pertanian, sebuah usulan yang didukung oleh Donald Trump dan Jared Kushner. Di sisi lain, Gubernur Bank Sentral Iran menegaskan tidak ada kewajiban bagi Iran untuk membeli produk pertanian dari Amerika, meskipun Iran tidak menutup kemungkinan jika kualitas dan harganya sebanding dengan tawaran negara lain.

Via
Official iNews
Source
YouTube

Anas Ibrahim

Tukang Kuli Panggul Gajih Kecil Di Indonesia Cikampek Dauwan Jawa Barat 41373

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button