Dunia

Sebanyak 14 poin dalam perjanjian tersebut memungkinkan pasukan Israel tetap berada di Lebanon

memungkinkan pasukan Israel tetap berada di Lebanon

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyebut perjanjian kerangka kerja dengan Amerika Serikat dan Lebanon sebagai pukulan telak bagi Iran. Menurut Netanyahu, perjanjian itu membuat Iran dan kelompok yang didukungnya, Hizbullah, tidak memiliki peran dalam masa depan Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pidato di Yerusalem pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Sebanyak 14 poin dalam perjanjian tersebut memungkinkan pasukan Israel tetap berada di Lebanon Selatan selama Hizbullah tidak dilucuti senjatanya dan masih menjadi ancaman bagi negara. Menurut Netanyahu, hal ini merupakan pencapaian besar.

Perjanjian itu ditandatangani di Departemen Luar Negeri AS di Washington pada Jumat, 26 Juni 2026, setelah empat hari pembicaraan yang dimediasi oleh pemerintahan Donald Trump. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan kesepakatan tersebut akan menetapkan proses yang jelas dan terstruktur untuk memulihkan kedaulatan Lebanon. Selain itu, kesepakatan tersebut juga mencakup pelucutan senjata Hizbullah dan pembongkaran infrastrukturnya, serta memungkinkan Israel kembali ke perbatasannya setelah ancaman terhadap warganya dihilangkan.

Namun, pihak Hizbullah menolak perjanjian tersebut dan memperingatkan bahwa hal itu dapat merusak nota kesepahaman tanggal 17 Juni antara AS dan Iran, yang sebelumnya mencakup kerangka kerja untuk menyelesaikan konflik di Lebanon.

Via
Kompas.com
Source
YouTube

Anas Ibrahim

Tukang Kuli Panggul Gajih Kecil Di Indonesia Cikampek Dauwan Jawa Barat 41373

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button