Asia hingga Eropa bergerak cepat mengirimkan personel penyelamat dan bantuan medis darurat ke Venezuela
personel penyelamat dan bantuan medis darurat ke Venezuela
Gelombang solidaritas internasional mengalir ke Venezuela setelah dua gempa mengguncang negara itu pada Rabu. Hingga Jumat, jumlah korban tewas terus bertambah menjadi sedikitnya 920 orang.
Negara-negara benua Amerika, Asia hingga Eropa bergerak cepat mengirimkan personel penyelamat dan bantuan medis darurat ke Venezuela. Langkah masif ini dilakukan sehari setelah dua gempa bumi mengguncang Venezuela. Tim besar dari California dan Virginia tiba di Venezuela pada Jumat untuk membantu penanganan dampak gempa. Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, tim tersebut diterbangkan menggunakan pesawat militer dan akan mendukung otoritas setempat dalam operasi penyelamatan. Rekaman yang dirilis pemerintah Amerika Serikat memperlihatkan tim SAR turun dari pesawat angkut militer serta proses pemuatan perlengkapan penyelamat ke pesawat C17 Globemaster di pangkalan Angkatan Udara March, California.
Brasil juga berhasil mengirimkan pesawat angkut militer ke Venezuela pada Jumat. Pesawat yang lepas landas dari bandara Internasional Guarulhos, Sao Paulo, membawa sekitar 12 ton bantuan kemanusiaan. Selain itu, turut diberangkatkan 36 petugas pemadam kebakaran, enam anjing pelacak, empat personel pertahanan sipil, serta empat spesialis telekomunikasi dari Badan Telekomunikasi Nasional Brasil. Rombongan bantuan dijadwalkan mendarat di pangkalan udara El Libertador, Maracay, Venezuela, sebelum bergabung dengan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak.
Inggris mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela pada Jumat. Tim berangkat menggunakan pesawat militer dari pangkalan udara Brize Norton. Tim SAR Inggris terdiri atas 68 personel, termasuk enam anjing pelacak yang dilatih untuk menemukan korban yang masih hidup di bawah reruntuhan. Koordinator Tim SAR Inggris mengatakan anjing pelacak mampu mendeteksi keberadaan korban lebih cepat dibandingkan peralatan pencarian lainnya.
Spanyol mengirimkan tim penyelamat militer ke Venezuela pada Jumat. Tim tersebut terdiri dari 59 personel dan delapan anjing pelacak yang diterbangkan menggunakan pesawat Airbus A330 dari pangkalan udara Torrejon de Ardoz. Setibanya di Venezuela, tim langsung bergabung dengan operasi pencarian terhadap ratusan warga yang diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.




